SEKILAS DIGITAL VIDEO EDITING

April 25, 2008 at 7:49 am | Posted in Multimedia | 4 Comments

Perkembangan teknologi elektronika terutama dalam bidang komputer dan camcoder (camera) semakin memudahkan kita untuk dapat membuat sendiri viedo shoot dan mengedit sendiri hasil vedeo shoot tersebut untuk menjadi suatu movie (film) dalam format digital. Yang sering menjadi pertanyaan bagi para pemain baru adalah komputer dan camcoder seperti apa yang cocok digunakan untuk menghasilkan movie dengan kualitas tertentu dan-tentu saja-sesuai dengan kemampuan finansial pengguna.
Cukup sulit untuk memilih mana yang lebih penting atau lebih diutamakan antara konfigurasi komputer atau kualitas camcoder, karena kedua komponen tersebut masing-masing mempunyai andil untuk menentukan kualitas movie yang dihasilkan dan kenyamanan kerja.

Camcoder
Untuk memproduksi sebuah movie, Camcoder merupakan perangkat yang bekerja paling awal karena digunakan untuk mengambil dan mengumpulkan gambar-gambar/adegan-adegan (stock shoot) yang kemudian diedit menggunakan komputer untuk mendapatkan movie yang diinginkan. Jenis dan tipe camcoder yang tersedia di pasaran sangat beragam (baik analog maupun digital). Beberapa produk camcoder digital (seperti Hitachi DZ-MV100E) menyediakan optical storage untuk menyimpan hasil shooting sehingga camcoder dapat menjadi drive tambahan jika dihubungkan dengan komputer.

Capture Card
Sebuah kartu (seperti halnya kartu suara atau kartu VGA) tambahan yang dipasang pada komputer dan berfungsi memainkan peranan penting dalam proses capture/transfer hasil shooting dari camcoder ke komputer untuk disimpan dalam harddisk.

Mungkin Anda bisa saja mengcopy hasil shooting dari camera langsung ke dalam harddisk tanpa menggunakan capturecard. Tetapi metode ini akan mentransfer hasil shooting secara langsung tanpa dikompresi terlebih dahulu, shingga ukuran file akan menjadi teramat sangat besar yang mengakibatkan kerja komputer “terasa” berat. Keadaan ini sudah barang tentu mengurangi kenyamanan dalam proses editing.

Permasalahan yang timbul adalah cukup banyak pabrikan yang memproduksi capture card dengan kemampuan dan kualitas yang berbeda-beda. Kisaran harga yang harus dibayar untuk memperoleh sebuah capture card cukup besar. Kendala ini bisa diatasi dengan memanfaatkan penyedia jasa video transfer untuk mentransfer hasil shooting dari camcoder ke dalam harddisk.

Komputer
Komputer yang akan digunakan untuk mengedit video harus mempunyai software video editing dalam keadaan terinstal. Tidaklah sulit untuk mendapatkan software cideo editing, karena pilihannya cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah Adobe Premiere, Ulead Media Studio, Ulead Video Studio, Vegas Video, Video Factory, Pinnacle System, dan masih banyak lagi.

Setelah editing dianggap selesai, proses selanjutnya adalah mengekspor hasil edit tersebut menjadi sebuah movie dengan kompresi tertentu.

Konfigurasi komputer minimal yang diperlukan bisa dikatakan sulit untuk ditentukan. Yang terpenting adalah software video editing yang akan digunakan dapat beroperasi pada komputer tersebut.

Kompresi
Non-compressed video data akan disimpan dalam bentuk file yang berukuran sangat besar. Sebagai contoh, file video uncompressed dengan durasi 10 detik dapat berukuran hingga 340 MB data per detik. Dengan analogi ini berarti untuk meng-capture video dengan durasi 20 menit dengan metode uncompressed akan membentuk file berukuran lebih dari 40 GB.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Anda dapat mempergunakan kompresi untuk meng-capture atau mengekspor video sehingga ukuran file yang dihasilkan menjadi jauh lebih kecil.
Berikut adalah beberapa format kompresi yang sering dijumpai :

Motion-JPEG (M-JPEG)
Format kompresi yang umumnya digunakan untuk memproduksi video dengan kualitas S-VHS.

Indeo

Format kompresi keluaran Intel. Sering digunakan untuk memproduksi video Web-based Video

Cinepak
Format kompresi yang biasanya digunakan untuk memproduksi video QuickTime

DV
Format kompresi yang digunakan oleh DV/Digital8 camcoder. Kompresi ini mempunyai kualitas yang setara dengan MPEG-2

MPEG-1

Pada setting terbaik, format kompresi ini hanya mampu menghasilkan video dengan kualitas VHS. Sering digunakan untuk memproduksi VCD atau produk multimedia lainnya.

MPEG-2

Format kompresi yang digunakan untuk memproduksi DVD atau produk audio/video berkualitas tinggi.

MPEG-4
Standar kompresi MPEG terbaru yang menawarkan kemampuan kompresi dan kualitas yang lebih baik dari versi sebelumnya.

DivX
Format kompresi independen. Format ini menggunakan sebagian fitur dari MPEG-4 dan MP3.

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. boleh tau gak, brapa sih kisaran harga untuk jasa video editing ? ada berapa jenis metode sih yg bisa diterapkan untuk penentuan tarif layanan jasa video editing, apakah per sheet atau per package ?

    nah kalo per sheet, berapa sih harga per sheetnya..?

  2. Re-
    biasa nya jasa video editing tu berdasarkan durasi waktu nya…
    klo 1 jam untuk DVD 175 rb,VCD 125 rb dan file nya 100 rb..selanjut nya untuk 2 jam atau seterus nya tinggal di tambahin 50 rb ja…

  3. gimana yah.. saya setiap bikin kaset vcd hasil gambarnya kurang bagus/tajam padahal saya sudah menggunakan procoder3 untuk mengkonfert hasil akhirnya… tolong dong… bantuin

  4. mo tanya… ukuran video hasil capturan yang bagus berapa ya..

    thx.
    Dhagelan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: